Cara Membatik dan Peralatan Batik

Jumat, April 26th 2013. | Berita
Siswa SMK Sosial Islam 1 Prambanan dibelaki dengan berbagai macam ekstra kulikuler diantaranya membatik. Dari dulu hingga sekarang, proses batik tidak banyak mengalami perubahan, perubahan hanya terjadi pada teknologi dan alat yang digunakan.
A. Alat untuk Membatik
1) Gawangan
alat batik gawangan
Gawangan berfungsi untuk menggantungkan kain yang akan dibatik.
2) Bandul
alat batik bandul

Berfungsi untuk menjadikan kain mori tidak bergelantungan oleh angin sehingga mengganggu saat membatik.

3) Wajan
alat batik wajan
Wajan berfungsi untuk melelehkan malam yang digunakan untuk membatik.
4) Kompor
alat batik kompor
Kompor berfungsi untuk memanaskan wajan, wajan sendiri untuk melelehkan malam
5) Taplak
alat batik taplak
Taplak berfungsi untuk menutupi paha dari panasnya tetesan malam saat anda membatik
6) Saringan Malam
alat batik saringan malam (pen)
Saringan berfungsi untuk menyaring malam yang kotor agar saat membatik hanya malam yang bersih saja yang digunakan
7) Canting
alat batik canting
Canting merupakan pena bagi batik, alat inilah yang digunakan untuk menggoreskan batik tangan anda.
8) Mori
alat batik kain mori
Mori erupakan kain yang akan dibatik, macamnya banyak dari mulai kualitas yang biasa hingga sampai ke yang berkualitas. Sebaiknya untuk batik tulis, gunakan mori yang baik karena harga batik tulis.
9) Malam (Lilin)
alat batik lilin malam
Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik.
10) Dhingklik (Tempat Duduk)
alat batik dingklik tempat duduk
Dhingklik adalah tempat duduk.
11) Pewarna Alami
alat batik pewarna alami
Pewarna alami isa diperoleh dari bahan bahan alami yang berwarna, saat ini pewarna alami sudah cukup sulit didapatkan sehingga banyak yang menggunakan pewarna buatan.
B. Proses Membatik
Di masa kini, pengusaha batik juga menyediakan pendidikan batik kilat pada anak-anak sekolah dan masyarakat umum. Yang diajarkan adalah tata cara membatik dengan benar, dan biasanya menggunakan kain selebar saputangan sebagai percobaan. Dengan demikian, proses membatik itu dapat dikerjakan hanya dalam beberapa jam dan biaya yang diperlukan pun sangat kecil. Tradisi ini sangat bagus untuk memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal hingga akhir. Penamaan atau penyebutan cara kerja di tiap daerah pembatikan bisa berbeda-beda, tetapi inti yang dikerjakannya adalah sama.
1) Ngemplong
alat batik canting
Ngemplong merupakan tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kanji. Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Kain mori dimasukkan ke dalam minyak jarak agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.
Setelah melalui proses di atas, kain diberi kanji dan dijemur. Selanjutnya, dilakukan proses pengemplongan, yaitu kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik.
2) Nyorek atau Memola
proses batik memola nyorek
Nyorek atau memola adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat. Pola biasanya dibuat di atas kertas roti terlebih dahulu, baru dijiplak sesuai pola di atas kain mori. Tahapan ini dapat dilakukan secara langsung di atas kain atau menjiplaknya dengan menggunakan pensil atau canting. Namun agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik, tidak pecah, dan sempurna, maka proses batikannya perlu diulang pada sisi kain di baliknya. Proses ini disebut ganggang.
3) Mbathik
proses batik mbatik
Mbathik merupakan tahap berikutnya, dengan cara menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis di luar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik). Ada pula istilah nruntum, yang hampir sama dengan isen-isen, tetapi lebih rumit.
4) Nembok
proses batik nembok
Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan.
5) Medel
proses batik medel
Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.
6) Ngerok dan Mbirah
proses batik ngerok mbirah
Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu, kain diangin-anginkan.
7) Mbironi
proses batik mbironi
Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selain itu, ada juga proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.
8) Menyoga
proses batik menyoga
Menyoga berasal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat. Adapun caranya adalah dengan mencelupkan kain ke dalam campuran warna cokelat tersebut.
9) Nglorod
proses batik nglorod

Nglorod merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan sehelai kain batik tulis maupun batik cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih dan kemudian diangin-arginkan hingga kering. Proses membuat batik memang cukup lama. Proses awal hingga proses akhir bisa melibatkan beberapa orang, dan penyelesaian suatu tahapan proses juga memakan waktu. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kain batik tulis berharga cukup tinggi.

Facebook Comments